Sabtu, 16 November 2013

Menjajal Tebing Citatah 125

Yang Penting Nyali

          .....Kami bertigabelas pun tidur bagaikan ikan pindang pada pukul 03.30. Pada hari yang sama pukul 05.30 kami bangun dan menyiapkan masak. Pagi ini giliranku untuk memasak. Menunya simple, nasi dan sarden dicampur dengan sosis dan bakso. Ummm nikmatnya. Untungnya masakan pagi ini sukses, enak dan bergizi. Setelah makan pagi, kami melakukan pemanasan selama 15 menit. Kemudian kak jojo menjelaskan tentang alat-alat pemanjatan kepada kami serta praktek membuat harnest dari webbing. Gampang-gampang susah juga ternyata membuat harnest dari webbing. Usai memberi penjelasan tentang alat-alat panjat tebing, kak jojo menuju ke spot panjat tebing artificial, membuat pengaman sendiri. Tebing citatah 125 merupakan tebing karst, dari kapur. Pijakannya tidak tajam seperti tebing coral. Kak jojo membawa berbagai peralatan untuk memanjat dan membuat pengaman hingga sampai ke pitch 1 yang tingginya sekitar 30 meter. Ngeri juga lihatnya. Belayer sewaktu kak jojo manjat adalah kak faris. Sekitar 40 menitan sistem sudah terpasang. Waktunya MANJAT!
             Sayangnya di awal-awal urutan pemanjatan, aku deg-degan setengah mati. Ngeri banget sama ketinggian. Jadinya aku urutan manjatnya dua terakhir deh. Lazu, jadi yang pertama menjajal tebing citatah 125. Hanya dalam waktu 20 menitan lazu sudah mencapai pitch 1. Cepet banget dia. Setelah lazu Stefan manjat. Dengan kaki dan tangan yang panjang memudahkan Stefan buat sampai ke pitch 1. Selanjutnya adalah amal, jago juga si amal manjatnya. Silky pun manjat setelah amal, dia juga sampai ke pitch 1. Usai silky, gentian narsya yang manjat. Sayangnya narsya nggak sampai pitch 1. Dan Giliranku tibaa..

my turn - dok.pribadi
           
            Karena sudah melihat bagaimana teman-teman memanjat. Rasa deg-deganku pun berkurang. Aku pakai harnest, pakai sepatu, dan juga dikasih magnesium sepatuku sama kak Jojo. :3. Belay On. On belay. Itulah tanda kalau kita siap manjat, ditujukan ke belayer. Belayerku waktu itu kak cindy. Makasih kakak.. Langkah pertama lumayan sulit karena harus beradaptasi dengan tebing yang asli. Tapi lama kelamaan sudah terbiasa, walaupun aku sering sekali noleh kebawah untuk bertanya ke kak jojo pijakan mana yang harus aku pijak. Satu hal yang terus aku ucapkan dalam hati adalah, berjuang terus nggak boleh fall.  Jadi dengan segenap tenaga, aku cari pegangan dan pijakan yang kuat. Sedikit ribet karena terkadang nggak nyampek. Yaa, faktor body. Pijakan demi pijakan akhirnya aku hampir sampai ke pitch 1. Aku berteriak ke kak faris, dan dibalas oleh silky kalau kak faris tidur. Yaaah. Aku melanjutkan langkahku dan sampailah ke pitch 1. Waaa bahagianya. Pemandangan dari pitch 1 sungguh menghipnotis, sayangnya banyak pabrik di bawah. Sesampainya di pitch 1 aku masih harus menunggu giliran untuk melakukan rappling, turun tebing. Usai silky melakukan rappling sekarang giliranku. Dan yang paling special dari semua aku rappling menggunakan autostop, bukan figure of eight.
PM RC 1 KAPA FTUI - dok.pribadi
            Dalam nama Tuhan Yesus. Hanya kata itu yang membuatku yakin untuk rappling menggunakan autostop. Karena sebelum rappling kak faris berkata kalau dia pernah membuat orang kecelakaan karena menggunakan autostop. Huuft. Tinggal percaya sama Tuhan saja. 1,2,3 akhirnya aku turun gunung. Tangan kiri memegang autostop, sedangkan tangan kanan memegan tali di belakang pinggang. Aku turun perlahan. Hingga tengah tebing tangan kiriku sakit sekali. Karena menahan autostop terus. Saat aku turun petang mulai datang. Semakin ke bawah semakin gelap. Untung ada kak jojo yang memback up. Sampai juga akhirnya di dataran. Lega sekali rasanya telah menaklukan rasa takut akan ketinggian dan percaya pada diri sendiri karena ada kuasa Tuhan yang akan menolong. Aku yang awalnya ngeri terhadap ketinggian akhirnya ketagihan juga untuk memanjat lagi. Dan panjatan kedua ada di hari berikutnya..

Kamis, 14 November 2013

Persiapan Perjalanan Menuju Tebing Citatah 125

And The Story Begin...

              Perjalanan pertama pasca pelantikan anggota baru KAPA FT UI adalah penarikan minat empat divisi. Empat divisi yang ada di KAPA FTUI sendiri adalah divisi gunung hutan, rock climbing, olahraga air dan caving. Untuk penarikan minat di minggu pertama pun aku memutuskan untuk mengikuti PM RC 1. Walaupun waktu persiapannya mepet, tetapi niat masih terus memacu diri untuk mengikuti kegiatan ini. Pada tanggal 6 november 2013 rapat pertama PM RC 1 dilaksanakan. Terpilihlah Exa sebagai ketua rombongan, dan aku sebagai PJ P3K. Kadiv RC, Kak Jojo juga ikut serta membantu persiapan pelaksanaan PM RC 1 ini. Karena kita sendiri lah yang mengorganisasi PM RC ini. Rapat kira-kira berakhir hingga pukul 23.00. Keesokan harinya aku mulai melakukan joblist yang telah dibuat. Mencari obat dan jalur kritis sebagai prioritas. Dibantu oleh kak acul, kak sapid an kak jojo kelar juga akhirnya joblist tersebut. Pada jam 7 malam dimulai lah rapat kedua PM RC 1. Agenda rapat semakin padat karena hari itu adalah H-1 pelaksanaan  kegiatan sedangkan masih banyak perencanaan yang harus dilakukan. Akhirnya sekitar pukul 23.30 rapat usai, dan alhasil aku pun menikmati kali pertamaku menginap di sekre kappa. Asiiik.

            Jumat 8 november 2013, it’s the H day. Dan obat-obatan yang harusnya dibeli masih belum kubeli, jalur kritis pun belum kelar. Aku pun menyelesaikan jalur kritis yang sudah ak cari, disambi dengan mengupload tugas-tugas yang tidak bisa kuupload sepulang PM RC. Kemudian, aku pun langsung cabut dan membeli obat-obatan yang diperlukan. Hanya butuh sedikit waktu untuk berbelanja obat dan beberapa keperluanku. Tapi sayangnya, setelah keburu-buru pulang aku baru ingat kalau kunci kamarku masih berada di Ira, teman depan kamarku. Sial. Aku bahkan harus ngemper di depan kamarku sendiri menunggu datangnya sang pembawa kunci karena aku harus cepat-cepat packing untuk PM RC 1. Ira pun datang, secepat kilat aku packing dan menyempatkan diri untuk mandi. Untung saja setelah sampai di FT rombongan masih melakukan persiapan berangkat.

            Pelepasan rombongan PM minggu 1 yang harusnya jam 7 molor menjadi jam setengah 9 malam. Tapi tak apalah yang penting dengan pelepasan ini menandakan bagaimana solidnya KAPA FTUI. Jam 9 malam, rombongan PM RC 1 berangkat menggunakan tiga buah mobil dengan 13 peserta yang ikut. Aku berada semobil bersama kak Jojo, exa dan Stefan. Kak Jojo dengan santainya pun menyasarkan kita bertiga, ya latarbelakangnya adalah untuk memberi kita pelajaran agar persiapan semakin detail, matang, dan antisipatif. Alhasil kita pun sampai di tempat tujuan Tebing Citatah 125, Padalarang, Bandung, pada pukul 00.30. Sewaktu kami sampai, baru ada rombongan dari mobil kak gian yang sampai, rombongan mobil kak faris masih dalam perjalanan. Kami pun langsung bergegas ke saung dekat tebing untuk menaruh barang-barang dan menggelar matras. Kemudian menikmati nasi goreng yang dibelikan kak Jojo. Malam semakin larut, pada pukul 3 dini hari barulah rombongan dari mobil kak faris sampai. Kasihan sekali mereka. And the story continue within the next day.. :D