Yang Penting Nyali
.....Kami
bertigabelas pun tidur bagaikan ikan pindang pada pukul 03.30. Pada hari yang
sama pukul 05.30 kami bangun dan menyiapkan masak. Pagi ini giliranku untuk
memasak. Menunya simple, nasi dan sarden dicampur dengan sosis dan bakso. Ummm
nikmatnya. Untungnya masakan pagi ini sukses, enak dan bergizi. Setelah makan
pagi, kami melakukan pemanasan selama 15 menit. Kemudian kak jojo menjelaskan
tentang alat-alat pemanjatan kepada kami serta praktek membuat harnest dari
webbing. Gampang-gampang susah juga ternyata membuat harnest dari webbing. Usai
memberi penjelasan tentang alat-alat panjat tebing, kak jojo menuju ke spot
panjat tebing artificial, membuat pengaman sendiri. Tebing citatah 125 merupakan
tebing karst, dari kapur. Pijakannya tidak tajam seperti tebing coral. Kak jojo
membawa berbagai peralatan untuk memanjat dan membuat pengaman hingga sampai ke
pitch 1 yang tingginya sekitar 30 meter. Ngeri juga lihatnya. Belayer sewaktu
kak jojo manjat adalah kak faris. Sekitar 40 menitan sistem sudah terpasang.
Waktunya MANJAT!
Sayangnya di awal-awal urutan pemanjatan, aku deg-degan setengah mati. Ngeri banget sama ketinggian. Jadinya aku urutan manjatnya dua terakhir deh. Lazu, jadi yang pertama menjajal tebing citatah 125. Hanya dalam waktu 20 menitan lazu sudah mencapai pitch 1. Cepet banget dia. Setelah lazu Stefan manjat. Dengan kaki dan tangan yang panjang memudahkan Stefan buat sampai ke pitch 1. Selanjutnya adalah amal, jago juga si amal manjatnya. Silky pun manjat setelah amal, dia juga sampai ke pitch 1. Usai silky, gentian narsya yang manjat. Sayangnya narsya nggak sampai pitch 1. Dan Giliranku tibaa..
Sayangnya di awal-awal urutan pemanjatan, aku deg-degan setengah mati. Ngeri banget sama ketinggian. Jadinya aku urutan manjatnya dua terakhir deh. Lazu, jadi yang pertama menjajal tebing citatah 125. Hanya dalam waktu 20 menitan lazu sudah mencapai pitch 1. Cepet banget dia. Setelah lazu Stefan manjat. Dengan kaki dan tangan yang panjang memudahkan Stefan buat sampai ke pitch 1. Selanjutnya adalah amal, jago juga si amal manjatnya. Silky pun manjat setelah amal, dia juga sampai ke pitch 1. Usai silky, gentian narsya yang manjat. Sayangnya narsya nggak sampai pitch 1. Dan Giliranku tibaa..
| my turn - dok.pribadi |
Karena sudah melihat bagaimana
teman-teman memanjat. Rasa deg-deganku pun berkurang. Aku pakai harnest, pakai
sepatu, dan juga dikasih magnesium sepatuku sama kak Jojo. :3. Belay On. On
belay. Itulah tanda kalau kita siap manjat, ditujukan ke belayer. Belayerku
waktu itu kak cindy. Makasih kakak.. Langkah pertama lumayan sulit karena harus
beradaptasi dengan tebing yang asli. Tapi lama kelamaan sudah terbiasa,
walaupun aku sering sekali noleh kebawah untuk bertanya ke kak jojo pijakan
mana yang harus aku pijak. Satu hal yang terus aku ucapkan dalam hati adalah,
berjuang terus nggak boleh fall. Jadi
dengan segenap tenaga, aku cari pegangan dan pijakan yang kuat. Sedikit ribet
karena terkadang nggak nyampek. Yaa, faktor body. Pijakan demi pijakan akhirnya
aku hampir sampai ke pitch 1. Aku berteriak ke kak faris, dan dibalas oleh
silky kalau kak faris tidur. Yaaah. Aku melanjutkan langkahku dan sampailah ke
pitch 1. Waaa bahagianya. Pemandangan dari pitch 1 sungguh menghipnotis,
sayangnya banyak pabrik di bawah. Sesampainya di pitch 1 aku masih harus
menunggu giliran untuk melakukan rappling, turun tebing. Usai silky melakukan
rappling sekarang giliranku. Dan yang paling special dari semua aku rappling
menggunakan autostop, bukan figure of eight.
| PM RC 1 KAPA FTUI - dok.pribadi |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar